• Select your menu
logo_optimislogo_optimislogo_optimislogo_optimis
  • Home
  • About Us
  • Produk
  • Artikel
  • Login Member
✕
Smart Installment : Sama-Sama Mencicil, Apa Bedanya?
September 26, 2018
Single, Happy, Lucky, Go!
September 26, 2018
Published by optimissuperadmin on September 26, 2018

Insurance for Single

Single dalam hal ini pengertiannya adalah Single Parent, Single Mom, dan Single Fighter.

Siapa yang mau menyandang status di atas? Tentu tidak ada yang mengharapkannya, karena kondisi di atas biasanya terjadi karena suatu hal yang tidak menyenangkan. Ada yang tiba-tiba pasangannya meninggal karena sakit/kecelakaan/tragedi. Ada juga yang cerai hidup karena suatu permasalahan.
Namun jika kita melihat kenalan di sekeliling kita, bahkan mungkin orang tua kita sendiri, pasti cepat atau lambat salah satu meninggal terlebih dahulu. Ayah saya terkena penyakit stroke di usia yang belum terlalu tua yaitu 55 tahun. Saat itu, adik saya yang paling kecil masih berusia 12 tahun. Seiring berjalannya waktu, ayah saya tersebut semakin tidak berdaya oleh stroke dan kembali ke rumah Bapa saat berusia 69 tahun. Selama 14 tahun itulah ibu saya menjalani hidup sebagai Single Parent.

Ternyata menjadi Single Parent itu harus selalu tabah dan mempunyai daya juang yang tinggi. Selain itu, seorang Single Parent juga harus tetap produktif, hal-hal yang sifatnya tidak mendukung atau melemahkan sebaiknya tidak difokuskan. Seorang Single Parent juga jangan mengasihani diri sendiri, melainkan harus mempunyai iman yang semakin kuat dan semakin dekat dengan Sang Penolong Ilahi. Saya sudah melihat beberapa orang yang menjadi Single Parent dan mereka berhasil bertahan!

Mempunyai asuransi untuk para Single Mom/Parent ini tentu sangatlah bermanfaat karena jika terjadi sakit pada diri sendiri, mereka pastinya harus mandiri berhubung pasangan tidak ada di sampingnya lagi. Bila memiliki kartu kesehatan yang bisa memberikan fasilitas untuk dirawat inap kapan pun hanya dengan menunjukkan kartu, tentu Single Mom/Parent tidak harus meminta bantuan pihak lain.

Prinsip utama para Single Fighter ini adalah mereka harus lebih “kuat” dari kebanyakan orang, karena mereka masih dibutuhkan oleh anak-anaknya yang masih bergantung kepadanya. Bahkan jika memungkinkan, ada dana ekstra yang besarannya mencukupi untuk diberikan sebagai jaminan bagi anak-anaknya sampai menyelesaikan kuliah serta jaminan untuk biaya hidup sampai anak-anaknya mandiri.

Semua itu dapat direncanakan dan perlu dikomunikasikan agar para Single Fighter ini benar-benar tenang dan siap dengan adanya back-up plan jika sesuatu terjadi padanya. Menjadi Single Fighter seperti ini tidaklah kita inginkan, namun kita bisa bersiap diri sejak sekarang, mari berbicara dan berbagi dengan saya secepatnya. Bagaimana mengaturnya agar benar-benar sesuai dengan keinginan Anda? Silakan isi form di halaman ini agar dapat kami follow-up lebih lanjut. Anda tidak perlu ragu untuk mengisi karena Anda tidak diwajibkan menggunakan rekomendasi saya.(128/003)




Bagikan artikel ke teman, rekan atau prospek dengan meng-klik tombol dibawah ini. (copy link, dan paste di social media anda)

Yuk Bagikan Artikel Berikut

© Optimis Agency 2023. Powered by 360system.id