• Select your menu
logo_optimislogo_optimislogo_optimislogo_optimis
  • Home
  • About Us
  • Produk
  • Artikel
  • Login Member
✕
Surat Cinta Terakhir Untuk Keluarga
September 26, 2018
Harta Waris Ternyata Tidak Otomatis Menjadi Milik Ahli Waris
September 26, 2018
Published by optimissuperadmin on September 26, 2018

Sang Penerus Pemilik Bisnis Keluarga

Penerus bisnis keluarga. Ya, hal tersebut tentu saja terlintas dalam pikiran bagi seseorang yang memiliki bisnis, apalagi jika usahanya itu telah menjadi besar dan penting dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Bukan hal yang mudah pula untuk merintis, mempertahankan, dan meneruskan roda bisnis, dengan segala macam rintangan dan tantangan yang dihadapi.

Terkait hal itu, pemilik bisnis,  terutama kepala keluarga, berharap kelak ada yang bisa meneruskan bisnisnya, khususnya bagi anak laki-laki.

Zaman dahulu, anak laki-laki sangat diharapkan kelahirannya sebagai sang penerus keluarga, terutama bagi pemilik bisnis keluarga. Tidak heran kenapa ada satu keluarga yang anaknya sampai mencapai 5, 6, bahkan 7 orang karena berusaha untuk mendapatkan anak laki-laki.

Ada cerita bahwa saat kelahiran anak perempuan, sang ayah kecewa karena tidak seperti yang diharapkannya. Kemudian, lahirlah anak kedua dan ternyata perempuan lagi. Berlanjut sampai kelahiran anak ketiga, sang ayah khawatir bahwa yang lahir adalah anak perempuan lagi. Sang ayah pun tidak hadir saat istrinya melahirkan si bungsu, tetapu hanya mengecek lewat telepon terkait jenis kelamin anaknya.

Manusia boleh berkehendak, tetapi Tuhan yang punya kuasa. Sebaiknya, kita harus menerima apa pun pemberian-Nya dengan sikap bersyukur.

Kenapa pada zaman dahulu diperlukan anak laki-laki untuk hadir dalam satu keluarga? Selain untuk meneruskan nama keluarga, ada harapan dari sang ayah yang mempunyai bisnis ataupun kekayaan yang ingin dia berikan kepada sang anak yang ia anggap sebagai orang yang tepat. Anak laki-laki pun diharapkan bisa melanjutkan apa yang sudah dimulai dan dibangun dari kecil sampai sudah menjadi besar.

Namun, ternyata, dengan pendidikan dan kepercayaan yang diberikan, bimbingan, kasih sayang, dan teladan dari orang tua, memberikan bukti bahwa para wanita sekarang pun dapat menjadi penerus bisnis keluarga yang dipercaya. Tentu saja semua itu tetap butuh waktu yang sangat panjang untuk proses dan mewujudkannya.

Bagaimana jika sang ayah tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mendampingi anaknya sejak kecil sampai lulus kuliah, bahkan sampai saat dia terjun di bisnis yang sebenarnya?

Terlebih lagi, jika sang ayah sebelum dapat mengajari bisnis kepada anaknya dan memercayakan atau menyerahkan “tongkat kerajaan”, sang ayah sudah terlebih dahulu dipanggil Tuhan secara tiba-tiba? Apakah sang ayah dapat dengan tenang di alam sana melihat sang anak dan keluarga yang terpaksa dia tinggalkan selamanya di dunia ini secara mendadak?

Bagi Anda yang membaca buah pikiran ini, ada baiknya segera memutuskan untuk membuat “back up plan” untuk mengantisipasi hal-hal yang sudah direncanakan ternyata tiba-tiba terpaksa berubah oleh hal-hal yang berada di luar kuasa manusia.

Kami dapat membantu menyediakan langsung sejumlah uang tunai yang besarannya sesuai keinginan sang ayah jika memang back up plan harus berjalan. Untuk suatu nilai bisnis yang besar, misalnya mencapai angka miliaran rupiah, puluhan miliar rupiah, bahkan triliunan pun sudah ada yang membuatnya.

Kini, giliran Anda “sang ayah yang bijaksana”, “sang ayah yang sukses”, untuk berencana terkait hal di atas agar penyerahan tongkat dapat berjalan dengan mulus. (128/006)




Bagikan artikel ke teman, rekan atau prospek dengan meng-klik tombol dibawah ini. (copy link, dan paste di social media anda)

Yuk Bagikan Artikel Berikut

© Optimis Agency 2023. Powered by 360system.id