Perbedaan Memiliki dan Tidak Memiliki Asuransi Jiwa
Keluarga adalah harta yang tak ternilai. Tentu, kita semua ingin memiliki keluarga yang bahagia dan yang tercukupi dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Salah satu yang bisa dilakukan agar keberlangsungan hidup keluarga bisa tetap berlangsung adalah dengan melakukan perencanaan atau antisipasi terkait finansial, dengan asuransi misalnya.
Banyak varian dari asuransi, di antaranya adalah asuransi jiwa. Asuransi ini dapat diartikan sebagai bentuk perlindungan terhadap adanya kerugian finansial atau hilangnya pendapatan seseorang atau keluarga karena meninggalnya anggota keluarga yang menjadi sumber nafkah.
Asuransi jiwa dimaksudkan sebagai langkah antisipatif bagi keluarga yang ditinggalkan. Ketika ada anggota keluarga yang meninggal, terlebih yang merupakan sumber nafkah, tentu urusan yang terkait finansial akan mengalami masalah.
Karena kemungkinan adanya situasi seperti itulah, asuransi jiwa muncul sebagai bentuk antisipasi dan perencanaan sedari dini.
Berikut ini kami lampirkan beberapa perbedaan kondisi jika memiliki asuransi dan tanpa asuransi jiwa:
Tanpa Asuransi Jiwa
- Anda tiada, keluarga berduka.
- Keluarga harus mempersiapkan dana untuk membayar biaya akhir Anda.
- Keluarga harus mencari dana untuk membayar utang-utang yang ada.
- Keluarga harus berjuang untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.
- Anak-anak harus berpindah dari sekolah pilihan mereka.
- Keluarga harus keluar dari rumah tempat mereka tinggal.
Dengan Asuransi Jiwa
- Anda tiada, keluarga berduka.
- Keluarga memiliki cukup dana untuk membayar biaya akhir Anda dan juga utang-uutang Anda serta membayar kelanjutan biaya hidup mereka.
- Keluarga dapat fokus dalam kedukaan mereka dan tidak khawatir dengan masalah keuangan mereka.
Pertanyaannya adalah bahwa Anda memilih keluarga Anda untuk berada di situasi yang mana? Dengan atau tanpa Asuransi Jiwa? Pastikan Anda memiliki asuransi jiwa yang sesuai bagi keluarga Anda.(156/007)

