Membangun Rumah Ibadah dengan Uang yang Terbatas
Banyak orang bercita-cita untuk suatu saat membangun Rumah Ibadah atau Pesantren atau apapun fasilitas sosial yang dapat bermanfaat bagi banyak orang. Tentunya niat mulia ini didasari rasa syukur atas nikmat yang ia dapatkan dari Tuhan YME selama ini. Namun bagaimana jika dana yang ada tidak banyak, tidak mencukupi untuk membangunnya, bahkan untuk membangun fondasi pun tidak cukup uang.
Orang bijak bilang bahwa selalu ada jalan ke Roma. Janganlah cita-cita mulia ini kandas di tengah jalan hanya karena tidak ada dana. Jika situasi Anda mirip dengan yang diceritakan di atas, maka ada kabar gembira bagi Anda. Cita-cita mulia Anda tetap dapat dicapai, cukup dengan membeli Asuransi Jiwa yang memberikan manfaat santunan tunai jika terjadi kematian.
Dengan membeli Asuransi Jiwa dengan pertanggungan kematian, maka aset berupa uang santunan meninggal sudah dapat dipastikan menjadi aset keluarga. Lho, kok bisa? Karena manusia pasti suatu saat akan meninggal dunia, jadi uang santunan meninggal tersebut suatu saat pasti akan cair, dan saat santunan tersebut cair bisa disumbangkan untuk membangun tempat ibadah, pesantren, dan lain-lain sesuai cita-cita.
Mengapa melalui Asuransi Jiwa? Karena Asuransi Jiwa merupakan satu-satunya instrumen keuangan di mana saat kita membayar premi (jumlah relatif kecil) langsung ditukar dengan Uang Pertanggungan Asuransi (santunan meninggal) dalam jumlah yang besar, yang pasti akan cair karena kita pasti meninggal.(156/014)
