Klaim Sakit Kritis Apakah Harus Saat Akan Meninggal?
Banyak orang berpandangan kalau klaim uang asuransi sakit kritis berarti yang bersangkutan sudah hampir mendekati kematian dan bahkan tinggal menunggu waktu saja, benarkah demikian? Tentunya tidak benar, karena justru uang klaim dari asuransi sakit kritis itu dapat digunakan untuk membantu nasabah saat membayar biaya-biaya dari sakit kritis tersebut, terlepas dari mendekati ataupun masih jauh dari kematian.
Contohnya ada ibu PS mengajukan klaim sakit kritis dan cair uang Rp 1,2 M, padahal ia masih kuat untuk menjaga bisnisnya dan bepergian keluar negeri dan menikmati hidup. Lalu mengapa uang klaim sakit kritisnya bisa cair? Karena kondisi kanker yang ia hadapi sudah memenuhi kriteria dari syarat klaim asuransi sakit kritis tersebut. Ibu PS bersyukur sekali bisa menerima bantuan uang tunai Rp 1,2 M tersebut karena uang itu dapat membantunya dalam biaya rawat jalan yang tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan rawat inap, bahkan untuk melunasi sisa cicilan apartmennya dan kewajiban keuangannya yang lain.
Jadi, bisa kita simpulkan bahwa untuk klaim uang asuransi sakit kritis tidak harus mendekati kematian dahulu.(127/002)
